Yayasan ADRA Indonesia Gandeng Pemkab Kupang Tanggulangi  Bencana Kekeringan

kabupaten kupang adra

“Kemitraan dan kolaborasi ADRA dan Pemkab Kupang dalam melakukan aksi antisipatif di tahun 2023, telah memberikan kontribusi yang baik dalam mengurangi risiko bencana kekeringan bagi masyarakat Kabupaten Kupang,” kata Novita.

Senada disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang Semmy Tinenti, bahwa penanggulangan bencana di Kabupaten Kupang, salah satunya bencana kekeringan, menjadi tanggung jawab kita bersama.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurutnya, langkah penanganan pada status siaga darurat adalah aktivasi sistem komando dan pengaktifan rencana kontigensi, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terancam, perlindungan kelompok rentan dan pengendalian sumber ancaman bencana.

“Saya butuhkan kolaborasi kita bersama dalam upaya wujudkan misi ADRA dan Pemkab Kupang dalam upaya menanggulangi bencana kekeringan di Kabupaten Kupang,” kata Semmy.

Sementara perwakilan ADRA, Project Manager, Aminuddin Magatani, secara virtual menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Kupang dalam hal ini BPBD dan seluruh stakeholder atas kerja kolaborasi melalui program aksi antisipatif.

Magatani  menjelaskan, sejak tahun 2023 ADRA Indonesia mengimplementasikan proyek prakiraan berbasis biaya untuk tindakan antisipatif dalam menghadapi bencana di empat kabupaten di empat provinsi, yakni Kabupaten Pandeglang (Banten), Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah), Kabupaten Bima (NTB) dan Kabupaten Kupang (NTT).

Kegiatan ini juga difasilitasi Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang, yang diketuai Elfrid Saneh sebagai fsilitator.

Pos terkait