Besipae Kembali Memanas, Warga dan Pegawai Pemprov NTT Saling Dorong

tts besipae kembali memanas

Aksi ASN tersebut membuat warga tak senang. Warga menaruh curigah terhadapnya.

Tak mau direkam, warga mencoba menghentikan aksi merekam itu. Tak ayal terjadi aksi saling dorong dan terlihat pemukulan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Beberapa pria yang menggunakan pakaian sipil mendorong warga, bahkan sampai membanting warga Pubabu.

Warga Pubabu membalas aksi kasar itu dengan melempar para ASN dengan tanah bercampur batu. Kedua kubu tegang. Satpol PP berhasil meredahkan suasana dan warga Pubabu kembali ke rumah darurat mereka yang dibangun di hutan Pubabu.

Perwakilan warga Pubabu, Daud Selan dan Niko Manao,   mempertanyakan kehadiran Pemprov NTT di Besipae. Pasalnya, sesuai rekomendasi Komnas HAM, Pemprov NTT seharusnya menghentikan segala aktivitas di Besipae hingga masalah lahan Besipae diselesaikan. Selain itu, warga juga menutut agar dilakukan pengukuran ulang.

Menurut Daud dan Niko, dari kekisruhan itu beberapa warga Pubabu terluka. Keduanya berkoordinasi dengan kuasa hukum mereka untuk menentukan apakah masalah tersebut akan dibawa ke ranah hukum atau tidak.

“Kita masih koordinasi dengan kuasa hukum kami. Apakah mau lapor dugaan penganiyaan warga Pubabu ke Polres, Polsek atau Polda NTT,” ujarnya.

Terpisah PLT. Badan Pendapatan dan Aset Propinsi NTT, Welly Rohimone membantah keras informasi yang beredar di media sosial jika Pemprov NTT membawa preman ke Besipae.

Welly menegaskan, sejak awal kedatangan rombongan Pemprov NTT ke Besipae pada Rabu pagi sudah dihalangi warga Pubabu. Warga mencoba menghalangi rombongan Pemprov yang hendak masuk ke Mes Besipae. Warga Pubabu, menurut Welly, terus memprovokasi rombongan Pemprov dengan makian dan teriak penolakan namun tak digubris. (ler)

Pos terkait