“Sebagai pemimpin harus peka dan respek terhadap kejadian seperti ini agar kelak tidak terulang kembali. Sebagai seorang pemimpin juga harus punya rasa peduli terhadap berbagai hal. Kalau tidak mempunyai rasa peduli terhadap suatu kejadian, itu bukan pemimpin,” tegas Constantinus.
Constantinus menjelaskan lagi, dirinya bersama pihak keluarga yang lain telah memaklumi dan merelakan kematian almarhum sebab sampai saat ini tidak mampu mencari jalan keluar.
“Kami buntu, karena awal-awal kejadian tidak mengambil sikap untuk proses hukum. Kalau kita ambil sikap sekarang, dari pihak berwajib akan bertanya mengapa baru minta otopsi,” tutup Constantinus. (siu)






