“Sekali lagi saya tegaskan, pihak kepolisian sedang melindungi saya dari serangan sekelompok orang. Karena saya memang sebagai korban penganiayaan dan pengeroyokan” katanya kepada NewsReport, Minggu 8 November 2020.
Rino juga mengungkapkan, kejadian yang dialaminya sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan sementara diproses. Dia berharap agar kasus ini bisa diselesaikan dengan baik dan adil.
“Malam itu saya masih berpikir cerdas sehingga putuskan untuk tidak melawan. Karena saya tahu bahwa perjuangan kami tidak sampai di situ saja. Sehingga saya pasrah ketika dipukul, dicaci maki sembari berharap keadilan akan datang,” ujarnya.
Saat kejadian, ia mengaku sempat dibawa ke Bupati Manggarai, Deno Kamelus, dan sempat meminta perlindungan. “Pak bupati, saya dipukul, saya dianiaya oleh orang-orang ini,” katanya mengulangi kata-katanya di hadapan Bupati Deno Kamelus.
Rino mengaku kecewa karena tidak mendapat perlindungan dari Deno Kamelus sebagai Bupati Manggarai yang sedang menjalani masa cuti Pilkada.
Rino juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Manggarai untuk tidak mudah percaya terhadap tuduhan sepihak yang dilakukan oleh sekelompok orang.
Menurutnya, Laskar 88 adalah gerakan baru dalam konstelasi politik Manggarai yang hadir untuk mendorong semangat perubahan di kalangan anak muda dengan tetap mengedepankan demokrasi yang sehat, santun dan beretika.
Rino juga menegaskan, Laskar 88 tak pernah gentar dan mundur satu langkah pun untuk memperjuangkan semangat perubahan dan akan maju terus sampai titik darah penghabisan. (obe)






