Kejadian di Desa Satar Loung, Satar Mese tersebut beredar begitu luas di media sosial usai kejadian bahkan ada yang menjustifikasi bahwa Laskar 88 sebagai kelompok pengacau demokrasi.
“Banyak yang menjustifikasi bahwa anggota Laskar 88 ditangkap aparat kepolisian karena berupaya menghalangi kampanye DM. Lalu ada foto yang beredar dengan narasi seolah-olah anggota Laskar 88 Kecamatan Satar Mese ditangkap bahkan ditahan oleh kepolisian. Itu sama sekali bentuk penggiringan opini sehingga citra Laskar 88 jelek di mata publik. Sama sekali tidak,” tegas Fridolinus Sanir, SH. (obe)







