Kuasa Hukum H2N Laporkan Penganiayaan terhadap 2 Relawannya

Manggarai Pilkada Manggarai mulai panas 1

Diakuinya memang sebelumnya mereka membunyikan musik, tetapi begitu aparat kepolisian melarangnya, dia dan temannya mematikan bunyi musik tersebut.

Rino mengakui bahwa dia tidak pernah menyuruh siapapun untuk mengambil foto atau merekam saat kampanye paket lain itu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Saya tidak menyuruh siapapun untuk merekam atau mengambil gambar saat paket lain lakukan kampanye,” ungkapnya.

Dia juga menampik tuduhan bahwa dia bersama teman-teman hendak menghalangi kegiatan kampanye tim paket lain tersebut.

“Tidak ada niat kami mau menghalangi kegiatan kampanye tim DM. Itu tdak mungkin,” tukasnya.

Terkait issue bahwa Laskar 88 Kecamatan Satar Mese menghalangi kampanye DM di Desa Satar Loung, anggota tim hukum H2N lain, Aloisius Selama, SH., mengatakan, sampai saat ini tim H2N belum mendapat surat teguran dari pengawas Pemilu.

Sementara Maksi Mbangur dalam keterangannya mengatakan, dirinya ke Kampung Ru’a, Desa Satar Loung, karena ada keluarganya yang menelpon bahwa seorang kemenakannya di Ru’a, ditahan aparat keamanan karena merekam kampanye paket lain tersebut menggunakan handphone.

“Mendengar itu saya langsung ke Kampung Ru’a, namun berpapasan di jalan dengan Pak Deno Kamelus bersama rombongan timnya yang hendak pulang. Namun, seketika saya dikeroyok oleh beberapa orang tim tersebut. Saya merasa tidak ada masalah dengan mereka. Kejadian tersebut di depan Pak Deno dan saya pasrah saja,” ungkap Maksi mengisahkan.

“Saya bertemu dengan Pak Deno bersama rombongannya, di jalan yang sudah sangat jauh dari tempat mereka kampanye. Tetapi ada yang mengatakan bahwa saya ada di lokasi kampanye DM,” tegasnya.

Pos terkait