Ketika ditanya apakah ada penampungan limbah atau semacamnya, Rauta mengatakan, khusus AMP adalah produksi habis pakai khusus bahan bakar, produksi AMP seperti mengisi bensin dalam kendaraan dengan hasil akhir adalah asap.
“Kami membakar material dan aspal sehingga limbahnya hanya asap. Produksi habis pakai, seumpama mengisi bensin di kendaraan dan sisa pembakarannya adalah asap. Kami juga tidak pernah membuang limbah apa pun secara sembarangan,” serunya.
Namun pernyataan dari AMP Bumi Indah tersebut tidak sesuai dengan investigasi dari pihak Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Tengah yang menemukan bahwa dalam produksi AMP menghasilkan limbah cair, dan limbah cair tersebut dibawa ke Waitabula menggunakan jerigen. (np)






