Ditanya sudah ada perangkat baru, dirinya juga mempertanyakan kebijakan penjabat kepala desa. Pasalnya dirinya bersama perangkat lain tidak mendapatkan SK pemberhentian dan sudah ada perangkat baru yang menggantikan posisi mereka.
Secara terpisah, Penjabat Kepala Desa persiapan, Biatus Usatnesi, saat ditemui wartawan di kantor desa membenarkan kedatangan Aloysius bersama perangkat dan warga menanyakan insentif atau upah kerja mereka selama ini.
Namun Biatus menjelaskan bahwa dirinya baru dilantik 7 Agustus menjadi penjabat dan dana yang di apat pemerintah desa persiapan itu adalah dana untuk operasional penjabat dan ATK untuk persiapan menjadi desa definitif.
“Kedatangan mereka menuntuk hak mereka waktu itu yang mereka jabat sebelum berhenti,” kata Biatus.
“Terkait aparat-aparat itu sudah ditunjuk oleh kepala desa induk. Jadi saya ikut alur itu, tidak mungkin saya ambil kebijakan sendiri. Jadi tadi yang beribut-beribut itu saya tidak bisa ambil kebijakan sendiri, saya masih tunggu kepala desa induk (Silivester Afoan) sehingga kami duduk sama-sama untuk klirkan,” jelas Biatus.
Terkait insentif kepada perangkat lama, Biatus mengatakan itu urusan desa induk karena mereka yang memegang SK lama.
“Insentif perangkat lama saya tekankan bahwa itu urusan desa induk karena mereka pegang SK lama,” tegas Biatus. (siu)






