Hari ini, Gereja mengajak kita untuk mengenangkan dan mendoakan arwah semua kaum beriman yang telah meninggal. Memang kita setia mendoakan mereka dalam setiap perayaan Ekaristi, namun pada hari ini Gereja menghendaki agar kita secara khusus menaruh perhatian terhadap kaum beriman yang telah meninggalkan kita dari dunia ini. Gereja juga menghendaki agar hari ini dikhususkan untuk mengenangkan para arwah dalam kesatuan para anggota gereja lain yang masih hidup atau yang masih berziarah di bumi ini.
Dan secara sangat istimewa satu intensi yang didoakan ialah semoga arwah semua orang yang masih menjalani penyucian, segera bersatu dan berbahagia dengan Allah dalam Kerajaan-Nya. Berikut adalah harapan dan makna yang Gereja tekankan dalam perayaan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, antara lain:
Pertama, Doa syukur dan pengharapan akan kebangkitan. Gereja ingin umat beriman mengingat bahwa kematian bukanlah akhir dari peziarahan hidup kita manusia, melainkan jalan menuju kehidupan kekal. Dengan memperingati arwah saudara/i yang telah berpulang, kita semua diajak untuk meneguhkan iman akan kebangkitan badan dan kehidupan yang kekal.
Kedua, Tindakan kasih bagi mereka yang telah meninggal. Dengan mendoakan arwah, Gereja menunjukkan solidaritas kasih antar anggota Tubuh Kristus – baik yang masih hidup di dunia maupun yang telah meninggal. Doa, misa, indulgensi dan karya amal dapat membantu orang yang meninggal mencapai kebahagiaan kekal.
Ketiga, Kesadaran akan panggilan menuju kekudusan. Di sini kita diingatkan bahwa hidup di dunia adalah waktu persiapan untuk bersatu dengan Allah. Peringatan ini sekaligus menjadi ajakan untuk hidup lebih kudus, penuh kasih, dan siap menghadapi kematian dengan iman.







