Bacaan I Kejadian 46:1-7; 28-30
Mazmur Tanggapan: Mzm 37:3-4.18-19.27-28.39-40
Ref: “Orang-orang benar akan diselamatkan TUHAN”
Injil Matius 10: 16-23
“Tetapi barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat”
Mat 10:22
(Qui autem perseveraverit usque in finem, hic salvus erit)
Kawan ku….
Ingin kubilang padamu. Aku sebenarnya tetap dihantui oleh alam hati dan pikiran serta sikap hanya demi menciptakan rasa nyaman dan damai sesuai harapan ku sendiri.
Maksudku kawan….
Aku tak kuat bertahan dalam situasi sulit, berat, penuh tantangan, berisiko. Iya, karena aku hanya ingin cari aman dan damai di zona dan area ‘berkelimpahan susu dan madu.’ Penuh jaminan…
Dan karena itulah, kawan ku…
Aku kerap berpihak, bersandar dan bahkan mudah terlekat pada ‘yang berpunya, yang berkuasa dan berkedudukan, yang berpengaruh, yang tenar popular. Iya, pada siapapun yang kulihat sanggup nyamankan segala hasrat dan mau-mauku…
Kawan ku….
TUHAN tampil kembali dan sungguh menantangku. ‘Apa sungguh aku setia dan kuat bertahan padaNYA? Bahwa karena DIA, dan karena iman pada DIA, segala yang sulit, berat, tak menyenangkan, alam situasi batas, yang jauh dari segala kelimpahan dan keterjaminan, semuanya itu sungguh jadi ujian kebertahanan dan kesetiaanku padaNYA?
Kawan ku…
Kepadaku, pun padamu, TUHAN punya sentuhan kata nan mendalam dan penuh makna. Kita sepantutnya bertahan dalam kesetiaan iman, harapan dan kasih di dalam DIA. Betapapun kita mesti hadapi situasi yang berat. Yang jauh dari aneka jaminan yang menyenangkan.







