Bacaan I 2Korintus 3:15 – 4: 1.3 – 6
Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14
Ref: “Kamuliaan TUHAN diam di negeri kita”
Injil Matius 5: 20 – 26
“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para Ahli Taurat dan orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”
Mat 5: 20
(Quia nisi abundaverit iustitia vestra plus quam Scribarum, et Pharisaeorum, non intrabitis in regnum caelorum)
Kawan ku….
Lihatlah! Betapa kita berdua ini punya kecenderungan ‘rasa diri benar, selalu benar, bahkan selalu lebih benar dari sesama yang lain.’ Tak hanya itu! Bahkan ‘apa yang kita berdua pikir, kita lakukan, dan kita sikapi’ kita tempatkan sebagai ukuran dasar bagi yang lain.
Kawan ku…
Ini tak hanya berlaku dalam alam umum keseharian.
Tetapi juga, sekiranya kita rendah hati akui, juga ‘rasa lebih’ dalam alam kerohanian. Rasa diri ‘lebih saleh, lebih terberkati dan diselamatkan’ adalah ‘milik kita.’ Dan kita lalu melihat semua lainnya wajib ada di titik tak soleha, najis, kafir, pendosa.
Tetapi, kawan….
Mari kita ikhlas akui kenyataan bahwa ‘hidup keagamaan kita itu sebenarnya ada di titik minimalis. Iya, di titik batas lah! Tak lebih. Tak ada tanda-tanda nilai tambahnya.
Kawan ku…
Kau pasti melihatku tekun berdoa. Kau pun tahu bahwa aku nyaris tak pernah alpa untuk ke Rumah TUHAN. Itulah keaktifanku dalam hal-hal rohani.
Namun, untuk semuanya itu ada banyak hal yang sebenarnya jauh dari alam hidup rohani yang seharusnya.
Kawan ku…
Di banyak kerapuhan yang kumiliki, sebenarnya aku mudah amarah, dendam nyaris tak pernah berakhir. Banyak orang terluka dan sakit hati karena sikap, ulah dan tindakanku!
Tetapi aku selalu berdalih pada yakinku sendiri: “Akulah yang benar!” Dan sedikit pun tak peduli bagaimana rasa hati sesama.







