Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Yunus 3:1-10
Mazmur Tanggapan Mzm 51:3-4.12-13.18-19
Ref: “Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”
Injil Lukas 11:29-32
“Maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkanNya terhadap mereka, dan IA pun tidak jadi melakukannya.” (Yunus 3:10)
(Et misertus est Deus super malitiam, quam locutus fuerat ut faceret eis, et non fecit)
Kawan ku….
Ini memang tinggal menunggu kesempatan. Amarah itu makin menebal. Dendam pun perlahan, namun pasti, membeku. Semuanya mesti terbayar dalam pelampiasan penuh murka.
Kawan ku….
Itulah yang kerap terbayangkan. Sebab dalam keseharian acap terdengar, “Tiada maaf bagimu. Tujuh turunan tetap aku ikuti ke mana saja gerak kakimu melangkah!”
Kawan ku…
Sedahsyat itulah murka yang dirawat dalam dendam. Dalam rancangan pembalasan penuh maut. Emosi kita cepat membara. Sebab, orang-orang tertentu sungguh melukai kita. Dalam sikap dan dalam kata-kata yang menusuk. Tak ada cara lain selain ‘haruslah dibikin kapok. Diberi pelajaran sejadi-jadinya.’
Kawan ku…
Bagaimana pun, tak ada kah lagi jalan teduh untuk memaafkan dan pengampunan? Sesama mu itu tunjukan sikap hati penuh tulus dalam sesal dan tobat. Dalam pengakuan sejujurnya akan salah dan dosa.
Kawan ku…
Benarlah! Niniwe telah bergelimangan sikap dan perilaku miring penuh dosa. Mereka sengaja jauhkan diri dari Tuhan. Mereka saling cemari hidup dalam kekerasan dan nista.
Namun, tobat dan sikap batin penuh sesal, jadi muara hati penuh sadar untuk menangkap pewartaan Yunus tentang kata hati Tuhan.







