Oleh : Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Ulangan 4:1.4-9
Mazmur Tanggapan Mzm 147:12-13.15-16.19-20
Ref: ”Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem”
Injil Matius 5:17-19
“Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya…” (Matius 5:17)
(Non veni solvere, sed adimplere…)
Kawan ku….
Semuanya jelas ternyatakan. Telah disepakati bulat. Ini tentu setelah lewati proses yang makan waktu. Dengan segala pertimbangan dan atas dasar kajian ini dan itu.
Maka, kawan ku…
Tinggallah kita jalankan semuanya dengan sepenuh hati. Di dalamnya ada aura nilai yang meneguhkan: kasih, sukacita, kebenaran, dan pengorbanan.
Tetapi, kawan ku…
Teringat lagi kata-katamu. Dan kuyakin hal itu benar adanya. ‘Yang semestinya ditaati dan dihayati itu banyak kali telah jadi goyah dan terobok-obok.’
Dan, kawan ku…
Kau yakini bahwa ada sesuatu yang bikin semuanya jadi kacau dan bahkan berantakan. Sebab di baliknya, ada opini penuh akal-akalan dan juga ada tafsiran miring. Intinya demi ‘mau-mau dan kepentingan sendiri.’ Katanya, orang amat enggan bertarung atas nama kebenaran; orang, sebaliknya, lebih berkiblat pada kepentingan. Yang amat berpusat pada diri atau kelompok sendiri.
Kawan ku..
Yesus, Anak Manusia yang datang dan hadir tak hendak gugurkan Hukum Taurat ata Kitab Para Nabi. Sebaliknya, Ia lengkapkan semuanya….
Kawan ku….
Yesus melengkapkan semuanya dengan Hukum Baru. Itulah Hukum Kasih. Semuanya demi sikap taqwa dan sembah sujud pada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang; pun demi cinta kita kepada sesama dalam menegaskan nilai-nilai kemanusiaan. Yesus pun menyempurnakan semuanya atas dasar kehendak Allah dan kepentingan bersama.







