Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Yehezkiel 37: 21 – 28
Kidung Tanggapan Yeremia 31: 10.11-12b.13
Ref: ‘Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya’
Injil Yohanes 11: 45-56
*”Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia”*
Yoh 11:53
(Ab illo ergo die cogitaverunt ut interficerent eum)
Kawan ku…
Ingatlah akan seluruh ‘sama-samanya kita.’ Saat kita bertukar pikiran; ketika mantapkan satu keputusan untuk bersikap pun bertindak!
Kawan ku…
Ada kah semuanya itu lahir dari kesadaran yang bakal bermuara pada kebaikan, nilai, dan terutama pada kehidupan? Terkadang tak semudah itu yang kita hadapi. Sebab banyak ‘ini dan itu’ yang mesti dikaji teduh dalam forma kemanusiaan dan kehidupan!
Kawan ku…
Apa jadinya kalau Yesus telah diborgol dalam kesepakatan maut? Dan semuanya demi amankan kepentingan? Dia harus dihentikan total, mati! Dengan berbagai alasan yang diandai-andaikan.
Kawan ku…
Di kisah Injil ‘kesepakatan untuk membunuh Yesus’ mari kita ingat-ingat dan merenung barang sejenak. Semuanya tentang duduk kumpul-kumpul kita, tentang isi bicara kita, tentang rencana dan niat-niat kita?
Kawan ku…
Di dunia yang berdaya saing ketat, keras dan penuh aibnya, bukàn kah sesama sudah dilihat sebagai simbol ketakutan dan ketidaknyamanan? Dan ia mesti disingkirkan dan dibenamkan? Dan di situlah kesepakatan seram, maut dan bahkan mematikan sering tak terhindarkan!
Kawan ku…
Dan untuk kita? Kita bukanlah putra-putri maut dan kematian. Kita dirancang dan dituntun dalam kasih, sukacita, kebenaran dan kehidupan!
Firman Tuhan melalui Nabi Yeremia ingatkan Israel, iya ingatkan kita juga:







