Bacaan I 2Korinrus 5:14 – 21
Mazmur Tanggapan: Mzm 103: 1-2.3-4.8-9.11-12
Ref: “TUHAN itu pengasih dan Penyayang”
Injil Matius 5: 33 – 37
“Janganlah sekali-kali bersumpah….”
Mat 5: 34
(Non iurare omnino…)
Kawan ku….
Ada baiknya kita hentikan sudah segala hal ini itu yang katanya “atas nama atau demi Nama TUHAN.” Hanya untuk membenarkan atau yakinkan segala sikap dan tindak kita.
Kawan ku….
Hentikan sudah yakinkan semua bahwa ‘kita orang benar, saleh, dan terhormat, dengan memakai nama TUHAN. Cukuplah kita hidup seadanya dan setulusnya bahwa kita seperti itulah hidup kita. Untuk berani dalam tutur dan sikap: “Bila YA sanggup katakan YA, jika TIDAK, ada keberanian katakan TIDAK.”
Kawan ku…
Akuilah bahwa terlalu sering kita bersumpah ‘demi Langit dan demi Bumi’ hanya untuk sembunyikan kenyataan seram dan suram yang kita punyai. Bila kutengok ke dalam diri sendiri, “Betapa Nama Tuhan itu hanya kupakai dan kugadai demi hasrat, keinginan, mau-mau serta kepentinganku sendiri.”
Kawan ku…
Kita bersumpah “demi Langit dan demi Bumi, padahal yang kita lakukan itu rugikan orang lain, mencederai sesama dan bahkan amat menindas sesama!” Sang Bijak menantang kita,
“Benar kah bahwa Kau mencederai sesama dalam dalam banyak hal dan semua itu atas Nama TUHAN dan sumpah kepadaNYA?
Wah, sosok TUHAN seperti apa yang kau sembah?”
Kawan ku….
Iya, sekali lagi. Biarlah kita pulang kepada diri kita sendiri. Untuk menata kembali jalan-jalan kita. Kita kembali pada TUHAN sebagai orang ‘yang dibenarkan TUHAN dalam KasihNYA. Bukan sebagai ‘orang selalu membenarkan diri sendiri dengan ‘mencatut nama TUHAN dalam varian sumpah palsu’ (cf Mat 5:33).
Iya, marilah kita ‘seperti apa adanya dalam TUHAN yang sungguh mengasihi kita..







