Renungan Harian Sabtu, 9 Agustus 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Bacaan I Ulangan 16: 4 – 13
Mazmur Tanggapan: Mzm 18: 2-3a.3bc-4.47.51ab
Ref: “Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku”

Injil Matius 17:14-20
“Bawalah anak itu ke mari!”
Mat 17:17
(Afferte huc filium ad me)

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kawan ku…
Marilah kita merunduk teduh. Dan bertanyalah dalam diri kita sendiri: Ke mana kah sebenarnya kita arahkan langkah kaki anak kita di ziarah hidup ini? Demi sebuah masa depan yang menjanjikan?

Kawan ku…
Bisa saja kita sekian yakin akan segala ‘punya kita.’ Semuanya pasti terasa cukup untuk masa depan anak kita. Dan lagi, sebagai orangtua, kita telah pertaruhkan segalanya. Rasa bersalah dan kecut di dada kita bakal kita alami, andaikan besok-besok anak kita terkapar dibantai zaman.

Kawan ku…
Kita sama-sama tahu. Dunia ini indah. Bentangkan banyak kemudahan. Menjanjikan harapan nan ceriah di kemudian.
Bagaimana pun, dunia ini pun bisa jadi arena bergentayangannya banyak ‘hal yang tak elok.’

Kawan ku…
Tidak kah di suatu ketika kita berdua sepertinya pernah merasa bingung akan perangai, ulah, sikap dan kebiasaan anak kita yang tampak mengkuatirkan?

Kawan ku…
“Bawalah anak itu ke mari!” Itu perintah Yesus kepada seseorang agar anaknya yang dikuasai roh jahat segera dibawa kepadaNYA.

Kawan ku….
Membawa anak kepada Yesus selalu berarti membawa kepada:
-kesembuhan
-kemenangan
-nilai dan keutamaan
-Jalan dan Kebenaran dan Kehidupan
-Dekapan KASIH dan kepenuhan Kabar Gembira.

Kawan ku…
Mari kita bawa anak kita, tak hanya dalam pengorbanan hidup kita. Tetapi juga dalam keseharian doa-doa kita. Dan tentu terutama dalam kesaksian hidup kita, yang seringkali menjadi tak mudah!

Pos terkait