Bacaan I Yesaya 49: 1 – 6
Mazmur Tanggapan: Mzm 139: 1 – 3.13-14ab.14c-15
Bacaan II Kisah Para Rasul 23: 22 – 26
Injil Lukas 1: 57-66.80
“Bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia…”
Lukas 1:58
(Congratulabantur ei)
Kawan ku….
Yang semula ternilai aib, kini alami pembebasan. Elisabet yang dianggap mandul, dan Zakaria suaminya, yang diketahui ada dalam lingkaran hari-hari tuanya, dapatkan berkat nyata dari TUHAN. Seorang anak dilahirkan dari rahim Elisabet.
Kawan ku…
Di kisah kelahiran Yohanes Pembaptis itu ada banyak hal yang dapat direnungkan. Itu bisa tentang rencana – kuasa dan penyelenggaraan Allah; bisa pula menjadi narasi pengharapan manusia pada TUHAN; Kisah itu bisa pula berisikan tentang jalan dan kisah hidup di hari-hari mendatang di tangan Tuhan…
Namun, kawan ku….
Mari kita renungkan pula hal sederhana namun indah dalam satu kebersamaan. Lihatlah! Sanak keluarga, dan para tetangga Zakharia dan Elisabet bersama-sama larut dalam sukacita bersama. Sebuah peristiwa kelahiran yang mempersatukan dan lahirkan rasa gembira bersama (Luk 1:58).
Kawan ku….
Sepantasnya kisah itu mengajarkan kita untuk tahu mempertautkan ‘rasa dengan sesama.’ Tentunya dengan penuh ketulusan dan spontan. Tak usah berteater rasa dengan banyak dramanya.
Maka, marilah ‘bernyanyi dan menari bersama di dalam sukacita sesama; dan hiburlah dengan penuh rasa hati sesama yang dirundung duka dan nasib tak menentu.
Yang mesti kita cemasi dan takuti sekiranya kita terserang virus ‘penyakit mati rasa terbalik.’







