Maksudnya begini, kawan ku…
“Sesama bersukacita, kitalah yang irihati, hati tak tenang dan penuh dengki atau makan hati.
Dan saat sesama dirundung malang dan tertimpah musibah, alami kegagalan, kita sebaliknya tampakkan senyum puas melebar; atau buruknya lagi bahwa ‘bersandiwara penuh iba dengan akting banyak pura-purannya.’
Marilah, kawan ku….
Kita mempertautkan seluruh diri kita dengan sesama, dengan citra dan citra rasa setulusnya. Ingatlah apa yang diingatkan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma:
“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis…”
(Rom 12:15)
Verbo Dei Amorem Spiranti.
St Yohanes Pembaptis, doakanlah kami
Tuhan memberkati.
Amin







