Renungan Harian, Selasa 25 Maret 2025

IMG 20250303 WA0007

Kawan ku….
Dalam Kisah Kabar Sukacita, melalui Maria, Allah memulai secara nyata kehadiran Yesus, Sang Putera, Penebus dunia. Kabar Sukacita berkisah tentang Kasih Allah yang datang dan hadir untuk menyapa manusia. Iya, dalam rahim Maria, Allah mulai menentun benang-benang Kasih. Demi menjadi lembaran Kisah Keselamatan Dalam Yesus.

Kawan ku…
Hari ini, iya hari ini kita rayakan Pesta Kabar Sukacita. Mari kita masuk di keseharian nyata. Sekiranya hidup ini sungguh dikuasai oleh aura Kabar Gembira dalam perelasian satu dengan yang lain.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Bagaimanapun kawan ku….
Aku salut dan bangga padamu, kawan. Dari diri dan kisah-kisah hidupmu kutangkap banyak sebagai Kabar Sukacita. Hadir dan tampilmu berkisah tentang sosokmu sebagai pembawa damai, kerukunan, keadilan, harapan, sukacita, serta perlindungan bagi yang lemah. Kau miliki dalam dirimu aura penuh sejuk. Yang bersitkan suasana kekariban. Tak kibarkan suasana panas.

Kawan ku….
Kutahu, sebaliknya, kisah hidupku terselip banyak kabar yang ‘bikin kepala pusing. Yang lahirkan kecemasan. Antara harapan dan putus asa. Iya, hadir dan tampilanku yang tak bikin nyaman, yang menekan. Cerita tentang ku banyak aura redupnya. Entahlah, bagi ku, Tuhan tak hendak sedikitpun ‘melirik apalagi menatapku lagi dalam Kasih?’ Tapi, kuyakin Tuhan tetap dalam KasihNya..

Kawan ku….
Ku teringat lagi kisah Napopeon Bonaparte di pengasingannya di Pulau Elba itu. Saat mendengar bunyi lonceng Gereja Doa Angelus, Bonaparte segera teringat dan renungkan sejenak betapa tak redup Kasih Allah yang sungguh menyapa dan mencintai manusia.

Pos terkait