Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Daniel 13:1-9. 15-17.19-30.33-62
Mazmur Tanggapan Mzm 23: 1-3a.3b-4.5.6
Ref: “Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku”
Injil Yohanes 8: 1-11
“Hai perempuan, di mana kah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
Yoh 8:10
(Mulier, ubi sunt, qui te accusabant? Nemo te condemnavit?”)
Kawan ku…
Amat diharapkan bahwa kiranya kita ‘berbalik.’ Cara pandang dan sikap kita berubah setelah kita dapatkan pencerahan.
Bahwa, kawan ku….
Ada hal lain yang menantang. Yang membuat kita tak usah terus bertahan pada dasar pikiran dan sikap yang lama dan usang.
Kawan ku…
Para ahli Taurat dan Orang-Orang Farisi tinggalkan perempuan itu. Mereka ‘gagal dalam hukuman merajam.’ Yesus, yang semula hendak dicobai, balik menguji kesadaran diri mereka: Apakah mereka sungguh-sungguh terbilang kalangan murni? Atau sebenarnyaI mereka sendiri tak bebas dari hidup penuh cemar?
Kawan ku….
Yang patut dihukum dalam kerangka Taurat Musa, kini disapa dalam ukuran Kasih Yesus yang membebaskan. Batu-batu dan darah yang bakal mengalir dibatalkan Yesus untuk ‘memenangkan perempuan itu dalam pengampunan.’
Kawan ku…
Bisa saja dalam keseharian kita sekian rajin membawa sesama-sesama kita dalam kesalahan dan dosa-dosa mereka. Dan kita terus saja menghakiminya dalam hujatan, kata-kata kasar dan segala sikap dan perlakuan yang menekan.
Sayangnya kawan ku…
Ketika Tuhan lah yang membawa sesama-sesama kita yang redup dalam sikap dan jalan hidupnya kepada kita, justru kita lah yang segera berlalu pergi. Sebab belaskasih dan daya pengampunan kita sekian tipis dan ringan dibandingkan dengan ‘beratnya segala jenis batu perajaman yang mesti kita lontarkan.’







