Sejak Awal, Sudah 308 ODHA di Ende

ende ODHA di Ende

Sementara Bupati Ende, Djafar Achmad, saat membuka rakor tersebut mengatakan, keberadaan HIV/AIDS bagai bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Dia melihat HIV/AIDS seperti fenomena gunung es di mana jumlah yang ada di permukaan lebih sedikit ketimbang yang ada di masyarakat.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Seperti fenomena gunung es, yang sesewaktu bisa meledak. Karena itu untuk penanganan butuh koordinasi lintas sektoral,” ujar Djafar.

Sementara itu Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS ( KPA) Ende, Valerianus Antonius Raki, dalam laporan awalnya juga menjelaskan soal yang sama terkait dengan keberadaan ODHA di Kabupaten Ende.

Raki menyebutkan, rakor itu bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam penanganan ODHA di Kabupaten Ende serta upaya penanggulangan ODHA sehingga zero di tahun 2030. (ase)

Pos terkait