Sementara, Pembina Yayasan , Yohanes Audio Balan, menuturkan bahwa ulang tahun pertama ini tidak diisi dengan kemeriahan, melainkan dengan perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Pastor Gabriel Alos, Pr, dan Pater Jarot, SVD.
“Kami menyadari bahwa perjalanan sekolah ini masih panjang. Dengan segala keterbatasan, kami ingin momen ini menjadi refleksi untuk terus maju,” tutur Yohanes.
Meski secara resmi berdiri pada 15 Januari 2024, SMK Adiputra Timor Mandiri sebenarnya sudah dirintis sejak 2018. Selama bertahun-tahun, Sekolah ini berpindah-pindah lokasi dari Nifunenas, Oabikase, hingga akhirnya menetap di Fatualam, Desa Lapeom. Namun, berkat kegigihan Yohanes Audio Balan, proposal pendirian sekolah berhasil mendapat persetujuan pemerintah dalam waktu singkat.
“Dengan segala keterbatasan, kami membangun gedung darurat berukuran 5×10 meter di atas tanah milik sendiri di Lu’lu. Langkah ini kami ambil untuk menyelamatkan siswa, guru, dan keberlanjutan pendidikan,” ujarnya.
SMK Adiputra Timor Mandiri menawarkan tiga jurusan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar kerja.
Pertama, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Rekayasa Perangkat Lunak fokus pada pengembangan perangkat lunak dan teknologi informasi.
Kedua, Perhotelan. Perhotelan menyediakan tenaga kerja profesional untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah perbatasan)
Ketiga, Usaha Pertanian Terpadu. Usaha Pertanian Terpadu ini merupakan jurusan baru yang mengintegrasikan agribisnis, hortikultura, peternakan, dan perikanan untuk memanfaatkan lahan secara optimal.







