LARANTUKA kabarntt.id—Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Larantuka, Jumat (26/10/2024), menggelar dialog edukatif tentang kesehatan reproduksi dan asuhan paskah keguguran (APK) bagi warga dampingan di Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Flores Timur (Flotim).
Dialog yang diselenggarakan di Kantor Lurah Ritaebang, Jumat (26/10/2024), ini menyasar kader kesehatan, kader remaja, dan tokoh masyarakat. Isu yang diambil terkait kesehatan reproduksi, keluarga berencana dan asuhan paskah keguguran dan difasilitasi oleh fasilitator YPPS.
Kegiatan ini merupakan program kerja sama antara YPPS dengan Yayasan Ipas Indonesia dalam projek Takenusa (Tekad Bersama untuk Kesehatan Perempuan Nusa Tenggara Timur).
Projek ini sudah berjalan sejak tahun lalu dan sekarang memasuki tahun kedua. Dalam dialog ini dibahas apa saja materi yang diingat dan dikuasai oleh kader yang sudah dilatih sebelumnya baik tentang KB, kesehatan reproduksi dan juga APK.
Selain itu dibahas juga sejauh mana dukungan pemerintah dan puskesmas terhadap para kader. Juga sudah berapa banyak kegiatan peningkatan kapasitas yang didapatkan oleh kader dari pemerintah kelurahan selama tiga tahun terakhir.
“Tantangan kami sebagai kader di Kelurahan Ritaebang adalah sebagian masyarakat, yakni kaum perempuan tidak terima dengan informasi yang dibagikan oleh para kader. Mereka berpendapat bahwa kader kurang pengetahuan,” jelas Mama Dora Hayon, Ketua Kader Kesehatan.
Sementara kader remaja, Damiyana Bungarea Werang, mengapresiasi YPPS dan Ipas. “Terima kasih karena YPPS dan Ipas sudah memilih Kelurahan Ritaebang jadi wilayah dampingan, sehingga edukasi serta pelatihan sejauh ini sangat membantu kami dalam mengedukasi lagi ke teman-teman remaja di kelurahan,” kata Damiyana.






