Batas (Sebatas Satu Permenungan) KabarNTT.IDOktober 26, 2025Dibaca 831 Kali Maka, sungguh! Salah satu dinamika terberat untuk menyadari kemanusiaan kita, adalah belajar dan berjuang untuk mengatakan dan bersikap ‘pas, cukup, puas, sudah di titik batas’ untuk diri sendiri.. Verbo Dei Amorem Spiranti…Bacaan LainnyaMenakar Rocky Gerung (Sebatas Tendangan Sudut)Mengapakah Sulit Mengalami Sisi Plus Dalam Diri Sesama? (Sebatas Satu Permenungan)Sabda Tuhan Sabda Hidup (Sebatas Satu Perenungan)Scroll kebawah untuk lihat konten Ingin Punya Website? Klik Disini!!! * Penulis, Rohaniwan Katolik, tinggal di Roma Halaman: 1 2 3 4 Pos terkaitMengapakah Sulit Mengalami Sisi Plus Dalam Diri Sesama? (Sebatas Satu Permenungan)Sabda Tuhan Sabda Hidup (Sebatas Satu Perenungan)Egoisme vs Altruisme? (Sekadar Satu Dua Gempa Susulan)Gempa Bumi : Antara Virus Nafsu Kemurnian dan Suara Nabi PalsuGempa Bumi: di Titik Cahaya Teologi Berada dan Teologi TerlibatIn Memoriam Lambertus Tulen Hadjon: “Tuhan Tidak Ingin Saya Terlibat Dalam Permainan Kotor”