Ditilik dari tradisi politik lokal di NTT pasangan ini dipandang ideal dan meraih elektabilitas tertinggi, datpat dimaknai dari model politik akomodatif dan ketokohan kedua kandidat ini di mata pemilih. Paslon ini mengakomodasi pencalonan pemimpin di NTT dari segi geopolitik, agama dan atribut politik identitas lain khas NTT.
Hasil survei seperti ini menunjukkan bahwa palon Gubernur-Wagub NTT Melki Laka Lena-Johni Asadoma diprediksi berpeluang sangat besar dalam memenangkan kontestasi Pilgub NTT. Lembaga-lembaga survei yang merilis hasil survei menempatkan Melki-Johni ini merupakan lembaga-lembaga survei yang bereputasi dan profesionalitas kerjanya tidak diragukan. Metode riset yang digunakan, pemetaaan wilayah sampel dan penetapan responden pun cermat dan sitematis sehingga prediksinya bisa dipercaya. Eksistennsi lembaga-lembaga survei ini pun terdaftar di KPU.
Prediksi keunggulan paslon Melki– Johni ini bisa ditunjukan pula melalui variabel perilaku memilih. Berdasarkan variabel perilaku memilih, hasil survei menunjukkan bahwa ternyata 66,7 % pemilih, memilih Melki-Johni berdasarkan pertimbangan rasional. Sementara 8,8 % memutuskan untuk memilih didasari pertimbangan sosiologis. Pemilih yang menentukan pilihannya atas pertimbangan psikologis 18,4 %.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa figur Melki Laka Lena diterima oleh sebagian besar penduduk NTT, tanpa disekat-sekat pertimbangan primordial. Data persebaran pemilih menurut wilyah kabupaten/kota di NTT pun menunjukkan hal yang hampir sama di mana pemilih Melki-Johni tersebar hampir merata di semua kabupaten/kota (Voxpol Center,2024:75-87).







