Kendala Kampanye Daring di Daerah Blank

ilustras pemilu2

Di NTT

Dari 224 daerah pilkada pemilihan bupati secara nasional, termasuk sembilan di antaranya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ke-9 kabupaten dimaksud adalah Manggarai Barat, Manggarai,  Ngada, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Sumba Timur dan Sumba Barat. Khusus pilkada di NTT, ada 27 pasangan paslon yang ikut bertarung. Posisi mereka sebagai bupati dan wakil bupati nantinya akan ditentukan melalui 3.996 TPS.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Entah di daerah pilkada lainnya. Di NTT, anjuran model kampanye melalui medsos atau daring belum menjadi pilihan ideal. Alasannya karena masih banyak bagian wilayah  daerah terutama pedesaan, yang akses internet atau daya sinyal telepon selulernya, belum memadai.

Sebut misalnya daerah pilkada Sumba Timur di Pulau Sumba. Dilaporkan, 12 dari 22 kecamatan di kabupaten itu, jaringan internet atau telepon selulernya masih sangat terganggu. Ke-12 kecamatan itu umumnya menyebar di wilayah selatan, seperti antara lain Ngadu Ngala, Tilu Pahar, Mahui, dan Kahau Maeti.

Persoalan sama mencuat dari TTU, juga kabupaten pilkada di Timor. Didukung 24 kecamatan, akses internet atau sinyal telepon seluler di kabupaten itu juga belum memadai. Kendala itu terjadi hampir merata di pedesaannya. Namun yang terasa sangat mengganggu di wilayah beberapa kecematan seperti Mutis, Biboki Feotleu, Insana Fafinesu dan Naibenu.

Selanjutnya sebut satu contoh lagi daerah pilkada di   Flores. Sebagai misal Manggarai, gangguan akses telepon seluler dan internet yang terus memburuk sudah terjadi setidaknya selama tiga bulan belakangan ini. Dilaporkan, gangguan itu tidak hanya melanda wilayah pedesaan, tapi juga hingga kota kabupaten di Ruteng. Selain itu setidaknya ada dua dari 12 kecamatan di Manggarai, yang sejauh ini masih tergolong blank. Ke-2 kecamatan dimaksud adalah   Cibal Barat dan Reo Barat.

Pos terkait