Kepala Sekolah dan Kepemimpinan Yang Berbasis Inkuiri Kolaboratif

IMG 20251023 203951

Dalam menjalankan peran baru ini, seorang kepala sekolah juga harus memahami dan mengenal dengan baik lima kondisi sekolah yang punya dampak yang signifikan terhadap pembelajaran tang mendalam, yaitu, pertama, vision/goals. Seorang kepala sekolah harus memahami dengan baik visi dan goals dari sekolah. Di sini harus ada tujuan dan kejelasan serta strategi yang dipakai untuk mencapai visi.

Kedua, leadership. Kapasitas pemimpin dalam pembelajaran mesti harus ditunjukkan sehingga bisa membawa dampak serta perubahan dalam kepemimpinannya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ketiga, Collaborative culture, budaya belajar dan juga kerja sama yang kolaboratif demi mengembangkan kapasitas guru dalam pembelajaran.

Keempat, deepening the learning. Harus ada kompetensi global, ketepatan dalam pedagogi serta perlu ya praktik dalam pembelajaran demi sebuah perubahan.

Kelima, New measures and evaluation. Di sini sangat dibutuhkan alat dan metode serta mekanisme untuk mengukur dampak baru, sejauh mana perkembangan sekolh dan praktik baik pembelajaran di sekolah.

Berangkat dari pemahaman di atas dan berpijak pada peran dan fungsi kepala sekolah maka di setiap sekolah perlu diterapkan manajemen berbasis inquiri kolaboratif. Disini seorang kepala sekolah perlu menerapkannya dalam kepemimpinannya di sekolah.

Inquiri kolaboratif adalah suatu proses yang mengeksplorasi pemikiran profesional dan pertanyaan-pertanyaan para pendidik dengan menelaah praktik (refleksi) serta asumsi yang sudah ada melalui keterlibatan dengan rekan sejawat. Di sini, pemimpin (Kepala Sekolah) dan anggota tim (para guru) harus bekerjasama untuk mengeksplorasi, memahami dan memecahkan masalah melalui proses tanya jawab yang mendalam dan terbuka, melibatkan semua pihak dalam proses pembelajaran yang saling mendukung dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta inovasi.

Pos terkait