Ketika Dialog Menjadi Jembatan: Memaknai Kunjungan Gubernur NTT di Jantung Protes Pocoleok

IMG 20250805 155407

Jalan ke Depan: Satu Suara Melalui Saling Memahami

Pada akhirnya, dialog di Pocoleok mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga. Energi yang selama ini terkuras untuk konflik dan penolakan dapat dialihkan untuk mengawal pembangunan secara bersama-sama. Suara kritis dari warga, gereja, dan LSM tidak lagi dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai mekanisme kontrol yang penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai koridor hukum, sosial, dan lingkungan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dengan adanya jaminan rasa aman dari pemerintah, warga Pocoleok dapat melihat masa depan yang lebih cerah. Pengembangan geotermal bukan lagi sekadar proyek energi, melainkan peluang ekonomi, lapangan kerja, beasiswa bagi anak-anak, dan prasyarat kemajuan bagi Manggarai dan NTT secara umum. Kebutuhan akan energi bersih adalah nyata, dan ketergantungan pada BBM dari luar pulau adalah beban.

Di Pocoleok, kita belajar bahwa jembatan paling kokoh menuju kemajuan tidak hanya dibangun dari baja dan beton, tetapi dari fondasi dialog yang tulus, keterbukaan, dan rasa saling percaya. Pemerintah telah mengambil langkah pertama, kini bola ada di tangan semua pihak untuk merajut kembali tenun sosial yang sempat terkoyak dan bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih terang.

* Penulis, aktivis GMNI

Pos terkait