Dari TV Rai1 program tg1, dari Napoli, kota di Italia itu, dilaporkan sekian larut dalam kemenangan Argentina. Kenangan bersama Marodonna tetap membebaskan. Oh iya, ada lagi suara-suara yang tabrak sana-sini.
Katanya, kebanyakan orang Italia lebih memilih dukung Argentina. Banyak orang Italia di tempoe doeloe itu jadi migran ke Argentina. Iya, termasuk keluarganya Paus Fransiskus itu. Keluarga besar Paus Fransiskus itu berasal dari kampung Asti di Italia Utara.
Ada lagi yang masih senggol tentang cemburunya orang Italia pada Prancis. Itu gara-gara lukisan Monalisa yang digarap pelukis tenar asli Italia, Leonardo da Vinci, yang hanya bikin Prancis jadi terkenal. Pokoknya, ada saja alasan sana-sini.
Saat kini dan hari-hari ini, tanah Argentina tentu lagi demam Campeòn mundial de fùtbol. Bagaimana jadinya nanti saat tibanya Tim Tango di bandara Internasional Ministro Pistarini? Puncak eforia bakal tak terbendung.
Tapi omong-omong, masih ingatkah akan dokter Diego Schwarzstein? Dokter yang pernah ‘urus Messi’ ini memang suka bahwa Argentina juara. Tapi untuk saat sekarang, katanya, “Namun sebagai warga negara Argentina, sebagai manusia, saya ingin mereka kalah dalam tiga pertandingan dan tersingkir di babak pertama….” Ini ada soal dengan jalur ekonomi keuangan dalam negeri. Entahlah!
Oh iya, masih ada satu hal yang terkesan jenaka. Malam tadi 18 Desember 2022, Messi dkk, Argentina, boleh bersorak-sorai. Juara Dunia Sepakbola Qatar 2022. Tetapi jangan pernah lupa, di Selasa 22 November, 2022 itu, di Lusail Stadium, di stadion yang sama untuk final, Lioniel Messi dkk, pernah tertunduk lesu dibantai 1 – 2 oleh Arab Saudi. Luar biasa Arab Saudi! Walau ada yang nyinyir, “Itu untung-untungan saja.”





