Oleh P. Kons Beo, SVD
Mendebarkan! Laga final yang bikin jantungan. Argentina tampaknya meredup di babak kedua. Padahal babak di pertama itu, si Tango sekian lincah dan cantik. Operan bola pasti dari kaki ke kaki. Kuasai lapangan. Dua gol di babak pertama itu tampaknya jadi jaminan pasti. Selanjutnya, pasti akan lebih enteng untuk akhiri semuanya.
Namun, si Les Bleus nyata-nyata tak menyerah begitu saja. Mbappé di menit-menit awal itu dikepung ketat. Ia macamnya mati kutu. Namun, nyatanya, jelang akhir babak dua itu, Mbappé dkk mulai melejit. Mendebarkan. Tak disangka-sangka dua gol Mbappé memaksa untuk perpanjangan waktu.
Dua pada titiknya semua harus berakhir dengan pinalti. Kedudukan 3 – 3 harus diuji nasibnya lewat pinalti. Dan semuanya harus berakhir segalanya. Si Pulga, Lionel Messi, sungguh di atas segalanya. Tak ada yang kurang lagi padanya.
Semalam 18 Desember di Qatar itu adalah miliknya. Iya, sungguh miliknya. Ia bakal dikenang sebagai top player selamanya. Berbagai trofi level pribadi, klub atau negara sudah ia lewati. Argentina yang keok di laga awal versus Arab Saudi, sepertinya sudah bikin gemetaran para fansnya. Messi sepertinya ada di jalur anti klimaks dalam kariernya. Nyatanya?
Messi tetap punya daya magis. Karier sepakbola kiranya kini berakhir suggguh di puncak tertinggi: Juara Dunia! Di titik sebaliknya, Mbappé telah kuburkan ambisinya untuk jadikan negaranya sebagai yang pertama pertahankan juara dunia. Sayangnya, Messi masih jadi ‘duri’ baginya. Entahlah bagaimana nantinya aura hati, saat keduanya kembali bergabung di Paris Saint-Germain?





