May Day Tak Sekadar Tanggal Merah

ANSEL ATASOGE2

May Day adalah ritus pengingatan (commemorative ritual) yang menjaga memori perjuangan agar tidak terlupakan. Dengan memperingati peristiwa Haymarket 1886, masyarakat tidak hanya mengenang korban, tetapi juga ‘merawat komitmen moral’ untuk terus memperjuangkan hak-hak yang belum terpenuhi. Ini adalah bentuk “etika ingatan”. Masa lalu menjadi Kompas moral untuk masa depan.

May Day itu melampaui  batas negara. Ia telah menjelma menjadi simbol ‘solidaritas kosmopolitan’.  Dalam dunia yang semakin terhubung, ketidakadilan terhadap pekerja di satu belahan dunia adalah tanggung jawab moral kita semua. Mari melewati ‘tanggal merah’ ini dengan kesadaran semacam itu.*

  • Penulis, Staf Pengajar Stipar Ende

Pos terkait