Tradisi Menulis Bangun Kontribusi Pemikiran untuk Daerah
Sam Babys adalah salah seorang ASN yang telah menerbitkan buku dengan mengambil konteks NTT. Ia berani keluar dari zona nyaman “ongkang-ongkang kaki” saat waktu luang dan menghasilkan dua buku bernas. Kedua buku itu diharapkan dapat memantik ide-ide dari masyarakat pada umumnya dan ASN sebagai abdi negara pada khususnya untuk membangun NTT ke arah yang lebih baik. Gubernur sebagai pemimpin nomor satu di NTT menyambut baik terbitnya buku tersebut dan mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk aktif menulis sebagai bentuk kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.
Tradisi menulis di kalangan ASN penting untuk membangun budaya intelektual dalam birokrasi, sekaligus menjadi ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan konstruktif bagi pembangunan daerah. Kritik saran dari ASN maupun masyarakat umum dalam bentuk buku dan tulisan sangat dibutuhkan pemerintah untuk perbaikan pelayanan di NTT.
Verba Volant, Scripta Manent:
Menagih Perubahan NTT Lewat Aksara
Verba volant, scripta manent. (Kata-kata terucap akan terbang/hilang, tulisan akan tetap tinggal (abadi)” merupakan seruan untuk tetap membaca peristiwa yang terjadi dalam konteks yang lebih kompleks dan menuangkannya dalam tulisan yang berproses dan berimbas pada budaya konstruktif peradaban. Dorongan menulis dari Gubernur Melki menekankan pentingnya mendokumentasikan ide karena tulisan bersifat permanen, sementara lisan mudah dilupakan.
Negara ini perlu literasi bahkan untuk menghina pun kalian tidak terdidik, begitulah kata Rocky Gerung. Menulis sebagai Nalar Publik. Hal ini bukan sekadar membaca lalu selanjutnya menulis, melainkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami situasi dan kondisi. Dalam menulis terdapat aktivitas berpikir yang didahului sebelumnya dengan tindakan membaca. Pentingnya berpikir sebelum bertindak dan menguraikannya dalam bentuk tulisan untuk dikenang orang.







