Menulis berarti memaknai dan memahami secara benar berdasarkan data faktual agar tulisan yang ingin dinikmati oleh khalayak ramai tersebut bukan berimbas dan bermuara pada hoaks. Oleh karena itu, perlu adanya literasi yang mumpuni sebelum mulai bergerak untuk menulis.
Menembus Tembok Birokrasi:
Dari ABS Menuju Kritik Konstruktif
ASN merupakan orang dalam atau orang yang berkutat langsung dalam birokrasi pemerintahan. Spirit Gubernur NTT membuka ruang bagi ASN untuk menulis ide-ide secara konstruktif untuk perbaikan pembangunan daerah yang dapat berdampak langsung bagi masyarakat. Sebenarnya hal ini tidak boleh ditanggapi secara sinis oleh para ASN, melainkan merupakan kabar baik bahwa pemerintah mau dikritik secara internal dari dalam. Pemerintah ingin membuka diri untuk dikritik guna perbaikan birokrasi yang bersih dan tertib. Jangan takut untuk dikritik, tetapi justru takutlah jika tidak ada lagi kritik. Menurut Gus Dur jika tidak ada lagi kritik, suasana menjadi terlalu mencekam dan menakutkan. Kritik merupakan vitamin bagi nutrisi pertumbuhan tubuh pemerintahan yang baik.
Lebih dari itu, tulisan seorang ASN akan berdaya guna dan berdampak masif bagi masyarakat bila tidak berpatok pada budaya “ABS” atau asal bapak senang. Opini publik yang sehat di dalam birokrasi tidak boleh dipermanis dengan majas dan diksi atau pilihan kata yang mengaburkan fakta. Kritik adalah “pil kina” bagi malaria pembangunan. Keberanian mengungkapkan pandangan dan persepsi walaupun berseberangan tetapi sarat akan makna yang konstruktif demi suatu kebaikan bersama (bonum commune) adalah niscaya.







