Menggiatkan Kekaryaan dan Penegakan HAM: Jeda HUT Partai Golkar

GOLKAR3 5

Inilah penekanan yang hemat saya menjadi opsi urgen yang harus diagendakan dalam waktu jeda peringatan ulang tahun Partai Golkar tahun ini. Keberpihakan partai terhadap masyarakat kecil mesti selalu menyata dalam aksi-aksi kepartaian dalam platform politik. Sebagai medium aspirasi, partai juga mesti benar-benar menggiatkan penegakkan kemanusiaan (HAM) di tengah konstelasi politik nasional dalam kekaryaan kader-kader partai.

Untuk mewujudkan agenda ini, tentu dibutuhkan kader-kader partai yang militan dan konsisten pada spirit keberpihakan terhadap orang kecil dan termarjinalkan, sebagaimana semangat awal pendirian partai. Kader-kader tangguh dan militan ini diusahakan mencari pendengar yang baik, bukan pembicara yang dominatif. Suara rakyat tidak sanggup bergaung sampai di titik pusat tempat eksekutor pemerintahan. Kalau bukan pemangku  kepentingan di titik pusat yang mulai beraksi, para politisi dan kader-kader partailah yang turun ke lapangan, menyaksikan sendiri realitas yang sebenar-benarnya, mendengarkan jeritan rakyat kecil dengan hati terbuka, dan memasang kuping dekat mulut rakyat tanpa dipengaruhi politisasi media.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Integritas para kader Partai Golkar tentu benar-benar ditantang. Apakah sungguh-sungguh memihak rakyat yang termarjinalisasi, karena suatu kesadaran mutlak membela hak rakyat atau karena kepentingan politik tertentu. Kalau sampai pada taraf pertimbangan seperti ini, itu berarti langkah politis yang berkesadaran masih melekat dalam diri para kader, karena perlu dipahami bahwa politik sejatinya mulia: ia mesti dijalankan oleh figur-figur yang punya kesadaran politis yang baik. Bisa saja pada kenyataannya setiap niat baik selalu menemui kendala di lapangan yang membuyarkan nurani.

Pos terkait