Mgr. Paul Budi Kleden:  Dari Waibalun, Menuju Manca Negara dan  Tiba Akhirnya di Ndona

Kons beo5

Reaksi Mama Sea di luar dugaan. Lupa kalimat aslinya bagaimana. Tapi isinya kira-kira begini, “Dia ini jalan-jalan terus saja. Lalu bagaimana dengan frater-frater?” Sepertinya Mama Sea sedikit ‘protes’ jika anaknya, Oce, takutnya kurang fokus dengan tugas-tugas pokok untuk harus lebih banyak berada bersama frater-frater. Bukan ‘hanya maen jalan-jalan saja.’

Di perjalanan tinggalkan Waibalun, dalam mobil, kami hanya senyum-senyum campur ‘pica ketawa’ juga. “Olee…Budi, Jenderal kita ini, diprotes oleh mamanya, karena dianggap ‘kerjanya hanya jalan-jalan saja tu.’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Padahalnya, salah satu tugas seorang anggota Dewan Jenderal, apalagi seorang Jenderal, memang ‘harus jalan-jalan untuk teguhkan anggota Serikat demi semangat hidup religius-misoner. ‘Kerja jalan-jalan’ seperti ini tentu amat bermakna. Mari kita lanjut…

Dari catatan riwayat hidup, dapat terbaca dan terekam segala sepak terjang pengalaman Pater Budi. Intinya, ia jadi anggota SVD sejak ikrarkan Kaul Pertama 1 Agustus 1987, dan Kaul Kekal pada 29 September 1992. Pada 15 Mei 1993, Pater Budi ditahbiskan menjadi imam di  Wina, Austria.

Sejak tahun 2001 hingga 2012 Pater Budi jadi pengajar pada STFK Ledalero, pun sebagai formator. Banyak kesaksian tak ragukan kualitas dan kecakapan Pater Budi untuk ‘ada bersama frater-frater.’ Dari yang ngobrol santai penuh kelakar, hingga pada isi bicara yang serius. Dia punya daya ingat yang baik, sehingga, misalnya, ia kuat ‘hafal nama orang atau untuk ingat kisah ini dan itu.

Ada yang cerita lain begini, “Kita ini baru saja maen sepak takraw dengan dia. Ramai dan ceriah di lapangan, apalagi ditambah dengan komen-komen yang aneh-aneh. Tapi, eh …terkejut,  kita ini lalu jadi sedikit ‘mati langkah’ saat Pater Budi mulai tanya ‘kau pu skripsi bagaimana?’ Ini baru di bidang akademik! Entahlah bahwa sekiranya ada juga ‘tanya-tanya serupa’ seputar hidup rohani dan hidup bersama.

Pos terkait