Kini, No Oce – Waibalun, sang jenderal yang sudah bermancanegara itu, mesti siap-siap ‘bale Nagi.’ NTT menantinya. Flores siap menyambutnya. Ngada – Nagekeo – Ende sekian lama ini merindukan kehadiran seorang gembala. Tetapi, tidak kah Pater Budi pulang sambil membawa cinta, harapan dan perhatian dari misi SVD sejagat dan bahkan dari berbagai Gereja Lokal di berbagai tempat yang telah ia kunjungi bagi Gereja Lokal Keuskupan Agung Ende? Pater Budi pasti membawa kekayaan dan kemajemukan Gereja Universal ke dalam Gereja Lokal yang digembalakannya.
Mari kita meluncur ke hal sepele lain lagi. Begini…….
Saya bayangkan bahwa Pater Budi itu pasti butuh waktu lama untuk biasakan telinganya untuk disapa sebagai Monseigneur (Mgr). Dan untuk rasa hati saya secara pribadi? Saya ‘mo ngama-ngama sedikit dulu’ (kata Ende-Lio seperti sedikit rasa bangga nan kocak begitu). Tidak apa-apa kan? Begini isi ‘ngamanya..’
Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD akan ditahbiskan pada Kamis, 22 Agustus 2024 di Kathedral – Ende. Wah, itu Gereja Paroki asalku, tempat saya dipermandikan, terima Komuni Pertama, dan gereja tempat Pater Rein Kleden, SVD dan saya rayakan misa pertama, Mingu 25 September 1994 setelah sehari ditahbiskan.
Akhirnya…..
Untuk ‘konfraterku, Jenderalku, dan Bapak Uskupku Mgr. Paul Budi Kleden, SVD, selamat tiba nanti di kampung leluhurku Ndona. Selamat ‘berakrab dan bersaudara bersama masyarakat: Radawuwu, Koponio, Dasandotu, Kanakera, Nuakota, Nuanelu, Nualolo, dan juga tentunya Radaara… semuanya di langkaran tak jauh dari Rumah Keuskupan Agung Ende…







