Pildun 2026: Selesai Sudah Nomor 7, CR-7 Pada Tanggal 7 Bulan 7

IMG 20260618 WA0004

Laga yang dihelat di babak 16 besar itu adalah “battle” (pertarungan hidup mati) pada semua level dan label.  Tim yang “lebih hebat sistem”, dialah yang keluar sebagai pemenang. Yang “lebih kuat”, dialah yang mengalahkan lawannya. Yang “lebih siap”, dialah yang menguasai lapangan atau jalannya laga. Yang beruntung, dialah yang lolos.

Tim dengan pemain-pemain hebat “lebih lincah”, memperdaya lawannya. Yang “lebih berstrategi” dengan elegan menjebak musuhnya. Yang “lebih berteknik”, punya kamampuan bisa mengelabui lawan mainnya. Yang “lebih cerdas”, ternyata lebih leluasa menembusi benteng pertahanan lawan, dan ciptakan goal.  Lalau apalah artinya punya bintang yang tidak berdaya?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tim yang punya “visi bermain super,” dialah yang memiliki kans untuk menang. Yang “berdaya tahan fisik dan mental mayor”,  dialah yang akan berdiri teguh, mengangkat tangan dan bersorak menang. Yang “lebih beruntung” dialah pemenangnya. Dan hasilnya timnas Spanyol memaksa Portugal kembali sebelum merapat ke fase 8 besar.

Dengan kemenangan Spanyol atas Protugal di laga 16 besar maka kekhawatiran  dan aneka rasa minor diganti dengan eforia kemenangan. Drama Piala Eropa di waktu lalu kini berbalik kisah, bukan Portugal yang menang tetapi Spanyol.  Bukan CR-7 tetapi M. Merino dan Luis de la Fuente yang bertepuk dada bangga, karena terus menghantar timnas Spanyol menapaki laga pada perempat final.

“Viva Timnas Spanyol”. Kemenanganmu telah mematahkan prediksi sebelum bergulirnya Fifa WC 2026 bahwa Portugal akan berada di final. Apa yang terjadi, peristiwa timnas Protugal hari ini hanya dikenang dan menjadi kisah yag tak terlupakan. Tidak ada lagi CR-7 untuk laga-laga selanjutnya pada Piala Dunia. Sayonora !*

  • Penulis: peminat bola

Pos terkait