Pilih Karena Kepentingan Kita, Bukan Karena Orang Kita

IMG 20241011 042430 3

Sebagai mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki sangat paham dan tahu bagaimana memperjuangkan anggaran dan program pembangunan untuk dibawa ke  daerah. Melki tahu tidak mudah membawa program dan proyek ke NTT tanpa banyak koneksi dan jaringan di pusat, baik itu di pemerintahan maupun di DPR RI.

Seperti apa wajah koalisi di pemerintahan Prabowo-Gibran? Bagaimana komposisi jajaran menteri di Kabinet Merah Putih sekarang ini?  Mari kita lihat. Partai Gerindra (partainya Presiden Prabowo Subianto) mendapat jatah 5 kursi menteri dan 6  wakil menteri, Partai Golkar mendapat  8 kursi menteri, 3 wakil menteri. Kader senior Golkar, Luhur Binsar Panjaitan, juga diberi jabatan prestisius sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Selanjutnya  Partai Demokrat mendapat 3 kursi menteri dan  1 wakil menteri; PAN mendapat 2 kursi menteri dan 2 wakil menteri. Partai-partai non seat di Senayan juga diberi kursi menteri dan wakil menteri. PSI mendapat 1 kursi menteri dan 2 wakil menteri, dan  Partai Gelora mendapat 2 kursi wakil menteri.  Bahkan Partai Prima (Partai Rakyat Adil dan Makmur) yang tidak ikut pemilu 2024  juga mendapat 1 kursi wakil menteri.

Komposisi jajaran menteri, wakil menteri dan jabatan strategis lain ini perlu dan harus disampaikan. Tidak sekadar untuk diketahui, tetapi terutama untuk dimengerti  dan ditarik makna di baliknya.

Ditarik ke konteks NTT, komposisi menteri ini memperlihatkan betapa kuat dan dahsyat dukungan politik untuk kepentingan pembangunan, kemajuan dan kejayaan NTT lima tahun ke depan. Duet calon Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena-Johni Asadoma, berada satu garis lurus dengan di koalisi besar  partai-partai pemerintah ini.  Melki-Johni ada dalam perahu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Pos terkait