Najwa, Rasa Kata dan Kita

8d5592bd26a15a2a09422efba089e1700c7cea90d95f54d60c80b2b8337eb6f0.0

Oleh Pater Kons Beo, SVD

“Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal, barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat mengendalikan seluruh tubuhnya…. ” (Yakobus 3: 2)

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

Konon, seorang bocah EsDe-an, punya wajah binar ceriah di suatu hari. Sederhana saja sebenarnya. Ke sekolah di hari itu, si bocil itu, yang tengah berjalan kaki, tiba-tiba dipersilahkan nebeng sepeda bersama Bapak Kepala Sekolah. Di perjalanan menuju sekolah sekian pasang mata murid-murid lainnya memandang. Betapa hati bocah itu terasa melayang di atas angin. Satu kisah nebeng sepeda bersama Bapak Sekolah yang manis dan mengesankan.

Di kisah lainnya, seorang petani warga kampung yang sederhana, di hari-hari itu kuasai cerita se antero kampung. Ke sana-ke mari ia berkisah, bahwa sore tadi, saat telah capeh kerja di ladang, dan nyaris tak punya tenaga lagi untuk kembali mendaki ke kampung, ia nekad stopkan sebuah mobil. Maksudnya sederhana. Ini soal praktis saja. Ia ingin minta nebeng di mobil itu. Tapi ceritanya tak berakhir di situ…

Betapa terkejutnya sang petani, saat pintu mobil berkaca gelap itu dibuka, ada Pak Bupati yang segera mempersilahkannya masuk. Tak cuma itu, Bahkan sang Bupati sendiri yang masukan sedikit hasil ladangnya ke dalam mobil. Cerita di kampung menggelegar, “Siapa yang tak bangga. Pulang dari ladang sambil nebeng mobil Bupati. Dan kisah berikutnya….

Seorang pensiunan ungkapkan rasa bangganya bahwa di wilayahnya yang cukup luas itu, hanya dia dan Pak Mantri Puskesmas saja yang miliki kendaraan roda dua. Di banyak kesempatan, saat keluar dari rumah ke tempat yang agak jauh, ia distop oleh pastor paroki untuk minta boncengan. Iya, si pensiunan itu bangga bukan main bahwa pastor paroki minta nebeng bersamanya dengan sepeda motornya yang legend itu. Ini kisah nebeng penuh sukacita. Ada rasa bangganya… Namun, lain ceritanya untuk kisah nebeng berikutnya…

Pos terkait