Presiden, Foto, Keputusan Dan Puasa Kita

IMG 20250303 WA0007

(Menampih kata-kata Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye)

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Aku tidak ingin foto ku ada di kantor-kantor. Karena aku bukan Tuhan, bukan pula ikon, tetapi aku adalah pelayan bangsa. Sebaliknya, taruhlah foto-foto anak-anakmu sehingga kamu akan melihatnya setiap kali hendak mengambil keputusan.”

Itulah kata-kata tegas dari Bassirou Diomaye Faye. Tepat pada 2 April 2024, ia dilantik sebagai Presiden Senegal. Presiden Faye lahir pada 25 Maret 1980. Ia seorang muslim yang taat. Punya cita-cita besar ‘perangi korupsi dan mereformasi ekonomi.’ Begitulah tekadnya dalam pidato pelantikan.

Dengan latar pendidikan di bidang hukum dengan gelar Master, dan Sekolah Administrasi Nasional, segenap Senegal punya harapan besar. Senegal, negeri berpenduduk sekitar 18,790,004 itu, punya harapan besar. Semuanya demi kemajuan bangsa.

Mari balik pada Faye, Foto dan Kantor. Presiden mana yang tak ingin rakyatnya ‘maju-maju dan sejahtera.’ Rakyat yang tetap tertahan pada situasi ‘yang itu-itu saja.’ Presiden Faye, yakinlah, tak sedang gulirkan kata-kata kosong. Sekedar bicara lepas tempias tak berarah. Demi kemajuan bangsa, dari tingkat Nasional sampai tingkal regional hingga lokal, semuanya tergantung dari ‘dayanya sebuah keputusan.’

Mari menafsir Faye selanjutnya. Leadership di tingkat manapun sepantasnya miliki kewibawaan dalam berkeputusan! Dan itu mesti lahir dari satu proses penuh atentif. Semuanya demi terlahirnya sebuah keputusan yang ‘pro kehidupan, pro kemanusiaan, pro kebaikan bersama, pro kelestarian alam dan lingkungan, pro suasana kehidupan bersama yang harmoni.’

Pos terkait