Semalam di Pantai Kota Raja – Ende, Sekadar Melawan Lupa

Kons Beo8

Memang tak sempat ditanya “kira-kira laku berapa dan untungnya berapa semalam dari hasil berjualan.” Tentu sedikit sajalah! Di bawah  standar hidup fisik-material. Tapi dua ine ini, sepertinya, itu tadi, pancarkan wajah ceriah. Bicara penuh spontan. Dihiasi senyum polos penuh lepas.

Saya bayangkan saja betapa dua ine ini dapat jalani hidup apa adanya. Keduanya miliki hati penuh syukur pada Yang Kuasa. Mungkinkah orang-orang seperti ‘lebih berharga di mata Tuhan?’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ada  pengandaian penuh serempet dan penuh halusinasi pula di dalam hati begini: “Wah, sekiranya simpang siurnya arus bergerak Dana Hibah KONI Kabupaten Ende yang (katanya) sudah disinari terang gemerlap cahaya yuridis itu, boleh diteguhkan juga dengan spirit ‘sinar pelita bernyala sederhana jualan kacang goreng milik dua ine itu?’ Tentu dana hibah KONI Kabupaten Ende tak tetap tinggal bak misteri dan tetap kusut berbelit-terbelit..”

Wah, memang ada-ada saja ini.

Verbo Dei Amorem Spiranti

  • Pater Kons Beo, imam asal Ende, tinggal dan kerja di Roma

Pos terkait