LARANTUKA kabarntt.id—Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Flores Timur (Flotim), Yoseph Sani Betan, ST, menghimbau masyarakat Kecamatan Wotan Ulumado untuk menahan nafsu atau keinginan besar dalam pembangunan. Alasannya, dua tahun terakhir postur APBD Flotim mengalami perubahan yang cukup fundamental akibat Covid-19.
Hal ini disampaikan Yosep Sani Betan, yang akrab dengan panggilan Nani Betan, dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Wotan Ulumado di Aula Kecamatan Wotan Ulumado, Rabu (24/3/2021).
Hadir dalam acara tersebut Kasubid Pembangunan Manusia pada Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (BP4D), Lorens Boro, anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Philipus Sanga Golen, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Wotan Ulumado, Silvester Kopong, para Kepala Desa serta BPD se-Kecamatan Wotan Ulumado, pihak TNI dan Kepolisian Sektor Wotan Ulumado, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda se-Kecamatan Wotan Ulumado.
Nani Betan menyampaikan bahwa kehadiran lembaga DPRD dalam fungsi pengawasan dan fungsi budgeting tentu harus menjadi porsi dari seluruh bagian perencanaan. Sehingga pada tataran pengambilan keputusan dengan penetapan kebijakan di lembaga itu bisa diikuti secara baik.
“Tentu hari ini usulan-usulan bapak ibu sekalian dalam dokumen ini tentu tidak akan semuanya tercover dengan baik. Untuk itu kehadiran anggota DPRD dalam seluruh rangkaian kegiatan adalah bagaimana mau melihat sekian banyak usulan itu ada yang tidak tercover secara baik di dalam seluruh proses musrenbang akan dijadikan pokok-pokok pikiran lembaga sehingga pembahasan di tataran badan anggaran kita bisa melakukan verifikasi bersama,” jelas mantan Ketua DPRD Flotim ini.







