Dalam buku tersebut beberapa tokoh yang ikut dalam perjuangan menggulingkan rezim Seoharto menggambarkan sosok Pius Lustrilanang sebagai sosok pemberani, fokus, disiplin, dan cenderung keras kepala.
Keberanian Pius itu sering ditunjukkan dalam mengambil keputusan mengenai isu dan agenda aksi demokrasi, maupun ketika memimpin di lapangan sampai dengan saat ini.
Pius juga mengungkapkan bahwa tujuan diterbitkan buku ini agar menjadi sejarah bahwa gerakan mahasiswa itu ada, pelakunya masih ada saat ini. Karena itu pihaknya berharap agar generasi muda harus memperjuangkan apapun yang baik dengan tekad yang kuat, harus berani mengambil risiko dan semua itu untuk kehidupan dan masa depan yang cerah.
Hadir dalam ulas buku ALDERA tersebut, Dr. Pius Lustrilanang, moderator Isodorus Lilidjawa, Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena, anggota DPRD NTT, Gabriel Beri Bina, tim penulis dan beberapa mahasiswa dari beberapa universitas di Kota Kupang. (np)







