Semalam di Pantai Kota Raja – Ende, Sekadar Melawan Lupa

Kons Beo8

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Sepertinya agak paksa diri juga untuk jalan ‘malam-malam’ sesudah makan. Sebab, memang tubuh ini sebenarnya lagi sedikit tak fit. Pagi tadi (Minggu, 18 Agustus 2024), suara agak serak terbata-bata saat pimpin misa kedua di Gereja St Yosef – Onekore, Ende. Tak prima.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Namun…

Selera jalan-jalan sungguh tak terbendung. Para ponaan ‘dipaksa ikut.’ Anggap saja mereka ini sebagai ‘pengawal’ atau bisa juga bagai ‘dayang-dayang.’ Semua pada ikut, sebab yang ajak ini ialah ‘Bapa Pater.’

Arah jalan malam ini adalah Pantai Kota Raja. Uiiiii, menurun dari puncak Jalan Pahlawan saya mesti hati-hati juga berlangkah. Volume kendaraan sudah meningkat. Ini jelas tak seperti yang dulu. Baru ‘orang pu cara lari motor ni macam ngebut malas tahu mati punya.’ Sepertinya tak peduli akan para pejalan kaki. ‘Pokoknya sikat saja.’

Ponaan-ponaan cuma pada tertawa-tertawa kecil dan halus. Mereka tahu saya agak tremor dengan suasana jalanan yang makin ramai ini.  “Bapa Pater, ini Ende. Bukan Eropa….” Yang jalan kaki memang harus banyak mengalah dan mesti lebih waspada. Dengan ayun langkah penuh hati-hati.

kons beo 1
Pater Kons Beo, SVD (tengah) didampingi dua ine di Pantai Kota Raja Ende, Minggu (18/8/2024) malam

Tak lebih dari 20 menit, sampailah kami di area masuk Pantai Kota Raja.   Suasana tampak sepi. Tak banyak pengunjung. Mungkin karena ini ‘minggu malam.’ Besok hari Senin, orang-orang mesti sibuk untuk aktivitasnya. Atau, bisa jadi juga, orang-orang pada keletihan setelah keramaian di seputar perayaan HUT ke-79 RI ini. Mungkin mereka tak  berdaya lagi untuk sekadar berjubel di  ‘Kota Raja Beach by Night.’  Sudahlah…

Pos terkait