Renungan Harian Jumat, 4 April

IMG 20250303 WA0007

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Bacaan I Kebijaksanaan 2: 1a.12-22
Mazmur Tanggapan Mzm 34: 17-18.19-20.21.23
Ref: “Tuhan itu dekat dengan orang-orang yang patah hati”
Injil Yohanes 7: 1-2.10.25-30

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Mereka berusaha menangkap Yesus…”
Yohanes 7:30
(Quaerebant ergo Iesum apprehendere)

Kawan ku…
Janganlah kita terlalu berharap bahwa kebaikan dan ketulusan hati, bakal ditanggap atau direaksi dengan hal yang sepadan. Tak usalah!

Kawan ku…
Banyak kata, banyak seruan dan nasihat yang ingatkan kita untuk teguh berbuat baik. Walau kita tentu tak sempurna, masih tersimpan senyum dan tawa serta kebaikan yang kita dapat tunjukan kepada sesama.

Kawan ku…
Kenapa kah Yesus diancam untuk ditangkap? DIA, Tuhan, yang berbelaskasih. Yang berbuat kebaikan. Suara dan kata-kataNya agung agar manusia dapat berbenah. Agar di antara manusia ada kebaikan, maaf dan pengampunan. Dialah Tuhan kebenaran yang membebaskan.
Namun, IA, sekali lagi, hendak dihentikan. Iya, hendak ditangkap.

Kawan ku…
Sekarang kita jadi sedikit mengerti. Kebaikan atau keburukan yang ada pada seorang bukanlah alasan utama ia ditangkap atau ‘dihentikan.’ Kebaikan atau keburukan hanyalah ‘jalan yang dipakai’ untuk amankan kepentingan seseorang atau kenyamaman sekelompok orang tertentu! Yang jadi motif utama adalah kepentingan!

Kawan ku…
Yesus hendak ditangkap. Ini semua karena ‘jalan kebaikan dan kebenaranNya’ adalah gangguan atau halangan berat bagi sekelompok orang yang merasa kepentingannya terancam.

Kawan ku…
Jika kita hendak ‘ditangkap dan dihadang,’ semuanya bukan karena ‘kebaikan dan keburukan yang kita perbuat,’ tetapi karena ‘ada dan hadir kita adalah ancaman bagi siapa-siapa yang ingin memperjuangkan dan menggolkan kepentingannya sendiri.

Pos terkait