Bacaan I Kisah Para Rasul 18: 9 – 18
Mazmur Tanggapan: Mzm 47: 2-3.4-5.6-7
Ref: “ALLAH adalah raja seluruh bumi”
Injil Yohanes 16: 20 – 23a
“Sesungguhnya kamu akan menangis dan merarap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita”
Yoh 16: 20
(Quia plorabitis, et flebitis vos, mundus autem gaudebit: vos autem contristabimini, sed tristitia vestra vertetur in gaudium)
Kawan ku..
”Bumi ini bulat. Bola itu bundar. Roda berputar, Bro! Hari-hari lalu tampak di atas angin, saat-saat kini ternyata mesti merayap.”
Kawan ku…
Mungkin itulah pernyataan bahkan dianggap sebagai keyakinan pada umumnya. Yang di hari-hari silam terlalu keasyikan dalam kemewahan dan jaminan, kini harus terseret tertati-tati dalam hidup.
Kawan ku…
Kita tak bermaksud untuk menghardik sesama yang dulunya bersukacita berkelimpahan dan kini mesti terkatung-katung dalam nasib. Menjadi tak pasti.
Bagaimanapun, kita semua, murid-murid Yesus, selalu berharap agar semuanya hidup sewajarnya dan ‘tetap bae-bae saja.’ Kita tak boleh berharap agar orang lain menjadi tak menentu seputar nasib hidupnya.
Kawan ku…
Murid-murid Yesus alami sungguh kedukaan yang mendalam. Saat mereka kehilangan Guru yang mesti menderita dan wafat hina di salib. Para murid berduka saat mereka tercerai dalam ketakmenentuan nasib. Iya, di kisah derita dan wafat Tuhan.
Namun, Kawan ku….
Momentum sukacita telah menanti para murid untuk segera dialami. Alam batin penuh sukacita dan ceriah yang tak terlukiskan. Yang tak bakal dibatalkan oleh kuasa manapun!







