Bacaan I Kisah Para Rasul 7: 55 – 60
Mazmur Tanggapan:
Mzm 97: 1.2b.6.7c.9
Ref: “Tuhan adalah Raja. Ia mahatinggi di atas seluruh bumi”
Bacaan II Wahyu 22: 12-14.16-17.20
Injil Yohanes 17: 20-26
Kawan ku….
Ada yang sungguh lahirkan kecemasan dan bahkan ketakutan di hari-hari belakangan ini. Dan Komunikasi telah jadi momok yang menakutkan itu. Mari kita simak saja satu dua kalimat tegas seputar Pesan Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sedunia 2025:
Tulis Paus Fransiskus:
“Pada masa kini, komunikasi kerap mewujudkan ketakutan dan keputusaan, prasangka serta kebencian, fanatisme bahkan permusuhan – bukannya harapan. Dalam berbagai keadaan, kenyataan telah disumpulkan secara berlebihan hingga melahirkan tindakan balas dendam yang bersifat naluriah.
Kata-kata digunakan seperti senjata yang tajam; maklumat palsu atau yang sudah diputarbelit secara halus telah menyampaikan pesan yang bersifat menghasut, memprovokasi, atau mendatangkan akibat-akibat buruk.”
Kawan ku…
Itulah kenyataan yang sungguh mengkuatirkan berpautan marwah komunikasi. Sistem digital yang cepat dan ramai berdampak pada banyak kesangsian. Berujung pada relasi penuh prasangka dan curiga yang meracuni.
Tetapi, sebagai insan pengharapan, tetap ada keyakinan yang kokoh untuk tidak terjebak dalam lalu lintas komunikasi bervirus penuh racun. Yang justru menghancurkan ‘nilai, rasa, suasana kedekatan antara manusia satu dengan lainnya. Dengan sejuk, sukacita, dan damai.
Kawan ku…
Paus Fransiskus membawa Gereja kepada tema permenungan, “Bagikanlah Dengan Lemah Lembut Harapan yang Ada Dalam Harimu” (cf 1Ptr 3: 15 – 16). Dan kini, mari simaklah hari-hari kita dalam panggilan menjadi duta-duta harapan yang lemah lemah lembut. Semuanya bagi dunia dan sesama.







