Renungan Harian Jumat, 13 Juni 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Bacaan I 2Korintus 4:7-15
Mazmur Tanggapan: Mzm 116: 10-11.15-16.17-18
Ref: “KepadaMU, ya TUHAN, kupersembahkan kurban syukur”

Injil Matius 5: 27 – 32

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Maka, jika matamu yang kanan menyesatkan….”
Matius 5:29
(Quod si oculus tuus dexter scandalizat te…)

Kawan ku…
Tali-temali penuh kusut soal itu bertolak dari mata. Ini, katanya, karena mata yang tak tertib. Tak terkontrol dan tak dikuasai. Dorongan suara hati yang kabur bikin ‘mata jadi kabur atau bahkan jadi liar kesetanan.’

Kawan ku….
Mata itu sebenarnya melihat seadanya dan senyatanya. Sayangnya, ia menjadi ‘salah arah, salah lihat, salah menangkap, salah menilai, salah berpikir.’ Dan lalu semuanya lalu berujung pada ‘salah bersikap, eror berkelakuan dan salah bertindak.’

Kawan ku…
Tidak kah mata kita yang sebelumnya ‘sejuk, segar dan lembut’ telah berubah jadi ‘mata jalang, garang penuh amarah, mata penuh benci. Sinar mata kita yang sebelumnya penuh aura persahabatan, kini telah berubah jadi ‘mata buang muka. Telah sirna aura kepedulian.’

Kawan ku….
Sekiranya kualitas mata kita redup dan semakin buram memandang dan menatap sesama dan segala hal ikhwal, maka kita sepantasnya berbenah demi satu ‘kemampuan baru mata memandang.’
Saat Yesus tegas mengatakan, “cungkillah dan buanglah’” mata yang menyesatkan itu, maka yang hendak dipahami adalah ‘pembaharuan total cara memandang, menilai dan bersikap terhadap sesama. Semuanya sepantasnya ada dalam ‘cara Yesus melihat dan memandang kita manusia.’

Kawan ku….
Mari kira renungkan pula kata-kata Yesus,
“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu” (Mat 6: 22 – 23).
Mari kita saling memandang dalam Kasih, kebenaran dan penuh sukacita.

Pos terkait