Bacaan I Bilangan 12: 1 – 13
Mazmur Tanggapan: Mzm 51: 3-4.5-6a.6bc-7.12-13
Ref: “Kasihanilah aku, ya ALLAH, sebab aku orang berdosa.”
Injil Matius 14: 12 – 36
“Ketika hari sudah malam, IA seorang diri di situ”
Mat 14:23
(Vespere autem facto solus erat ibi)
Kawan ku…
Ke tempat sunyi? Menyepi dan menyendiri? Maaf! Ini bukanlah satu aksi pelarian dari kenyataan hidup. Bukan! Justru, ini semua demi sebuah perjumpaan. Sebuah perjumpaan dengan Yang Ilahi, Yang Sakral, TUHAN semesta.
Kawan ku…
Di dalam kesendirian perjumpaan dengan TUHAN itulah kita lalu dicahayai. Demi melihat dan mengalami yang benar. Melihat dan mengalami diri sendiri, sesama dan juga alam – situasi lingkungan dengan semestinya.
Kawan ku…
Bila mesti menelisik lebih jauh, aku, di banyak momentum keseharian, sebenarnya terperangkap dalam jebakan, iya dalam kamuflase diriku sendiri.
Artinya begini, Kawan ku….
Yang kukisahkan, iya yang kuungkapkan dan kutampilkan dalam kata, sikap dan tindakan sebenarnya adalah sebuah ‘alam hingar bingar keramaian pikiran dan rasa yang tipis. Pinggiran. Yang tak berakar jauh dan dalam. Penuh hiasan-hiasan yang mengecoh.
Dan, di situlah kawan ku…
Diriku lalu memberontak. Agar ia dijumpai, dialami dan diterima sebagaimana adanya! Dan karena itulah, aku mesti ke ‘area sunyi, ke suasana malam-malam menyendiri.’ Semuanya demi mendekap diri dan memeluk kesendirianku. Yang utuh. Dalam ‘lebih dan kurangnya.’ Dalam ‘cemerlang dan redupnya.’ Dalam ‘kuat dan rapuhnya.’
Kawan ku….
Tetapi, kita memang sepantasnya mencari alam sepi sendiri. Juga untuk bebaskan diri dari rantai popularitas, dari belenggu ketenaran, dari puja-puji penuh sanjungan. Iya, bebas dari ‘haus pujian dan pengakuan murahan yang kita reguk dari sesama.’







