Hidup Hanya Diubah, dari Kematian ke Kehidupan Yang Kekal

IMG 20241231 WA0018 1

Oleh Pater John Naben, SVD

Semua kita tahu bahwa ada hidup baru sesudah kematian. Itu diakui oleh setiap agama atau keyakinan. Bahwa arwah seorang yang meninggal dapat diterima di sisi Tuhan, sangat diharapkan oleh Kaum Muslim, yang juga sangat menekankan pengadilan terakhir.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Penganut Agama Hindu percaya akan reinkarnasi atau lahir kembali sebelum masuk ke dalam Nirwana. Penganut Agama Budha mengajarkan tentang pembebasan dari ikatan kesenangan dunia melalui praktek pertapaan yang keras sebagai jalan menuju Nirwana.

Orang Yahudi percaya Sheol. Menurut pandangan Yudaisme, Sheol merupakan tempat di mana semua orang mati pergi setelah meninggal. Dan digambarkan sebagai dunia bawah yang gelap, sunyi dan terpisah dari Tuhan.

Bahwa ada hidup sesudah kematian sudah diimani oleh umat beragama di mana saja. Betapa sering kita mendengar rumusan doa yang satu ini, pada upacara pemakaman seseorang: ‘Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan sesuai dengan amal baktinya’. Juga adanya hidup sesudah kematian atau kematian bukan akhir dari hidup, dapat kita pelajari dari pengalaman dan gejalah hidup manusia. Dan bahkan kita merasa takut terhadap orang yang barusan meninggal.

Dalam perasaan takut ini, sebenarnya muncul satu kepercayaan bahwa manusia masih tetap hidup dan ada, juga sesudah kematiannya. Ada juga orang-orang tertentu yang sesudah kehilangan orang terdekat, orangtua, sahabat atau rekannya, masih merasakan kehadirannya dalam perjumpaan lewat mimpi. Ada ikatan yang tidak lepas oleh ruang dan waktu. Ada kenangan yang tersimpan, yang tidak lekang dari ingatan.

Pos terkait